Halo sahabat selamat datang di website caracepathamil.online, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Semakin Canggih, Inilah Teknologi Bayi Tabung Embryoscopy dan PGS oleh - caracepathamil.online, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Buat para pasangan suami istri yang belum memiliki anak, kini teknologi bayi tabung embryoscopy dan PGS sudah semakin canggih lho. Berikut penjelasan selengkapnya mengenai kedua teknologi ini, simak yuk!

Baca Juga: 6 Penyebab Wanita Sulit Orgasme saat Bercinta, Mau Tahu Apa Saja?

Embryoscopy (Time Lapse Imaging Technology)

Sekarang ini telah dikembangkan teknologi baru yang disebut embryoscopy untuk membantu proses in vitro fertilisation (bayi tabung). Perangkat berteknologi tinggi ini digunakan di laboratorium IVF selama masa inkubasi antara pemupukan dan implantasi.

Teknologi yang disebut embryoscopy memungkinkan spesialis infertilitas untuk memantau perkembangan telur sepanjang waktu tanpa harus mengeluarkannya dari inkubator.

Embryoscopy sendiri bermanfaat untuk mengurangi risiko kesalahan saat memilih embrio serta dapat memberikan gambaran bagi para dokter dan pasien terkait perkembangannya.

Untuk beberapa pasien, teknologi embryoscopy dapat meningkatkan peluang mereka untuk hamil hingga melahirkan anak.

Cara kerja embryoscopy

Berikut cara kerja teknologi bayi tabung embryoscopy, antara lain:

  • Di mana selama pembuahan in-vitro, dokter akan memeriksa embrio sekali dalam sehari untuk menentukan apakah embrio itu layak atau tidak
  • Proses ini bisa dibilang rumit karena harus dilakukan secara efektif dan efisien, dimana embrio harus disimpan pada suhu 37 derajat dan ditempatkan pada lingkungan dengan konsentrasi gas yang tepat untuk bertahan hidup
  • Embryoscopy merupakan jenis inkubator khusus yang memasok nutrisi dan menyediakan kondisi lingkungan yang ideal bagi embrio untuk tumbuh di luar rahim
  • Embrio ini akan tetap berada di inkubator selama periode inkubasi 5-7 hari
  • Alat ini juga akan mengambil gambar embrio setiap 5-10 menit.
  • Hal ini bertujuan untuk memantau pembelahan sel dan perkembangan setiap embrio secara konstan meski embrio ada di dalam inkubator
  • Kamera khusus yang digunakan embryoscopy juga dapat membantu ahli embriologi untuk memprediksi kelainan kromosom
  • Terakhir embrio terbaik pun dipilih untuk dipindahkan. Pasien juga dapat diberikan informasi penting terkait kelayakan embrio yang dipilih. 

Pre-implantation genetic screening (PGS)

Cara lain untuk teknologi bayi tabung ini adalah dengan cara pre-implantation genetic screening (PSG).

Pre-implantation genetic screening (PGS) ini merupakan suatu teknik di dalam bayi tabung untuk mendeteksi apakah terdapat kelainan jumlah (kelebihan / kekurangan) kromosom termasuk mengetahui jenis kelamin (kromosom sex).

Sebelum embrio ditransfer ke dalam rahim ibu, embrio tersebut dapat meningkatkan angka keberhasilan bayi tabung (angka kehamilan) serta menekan angka kejadian keguguran dan lahir bayi dengan cacat genetik.

Selain itu, PGS diketahui dapat meningkatkan peluang keberhasilan transfer embrio hingga membantu pasien mencapai kehamilan.

Baca Juga: Sekilas Nampak Mirip, Ternyata Ini Bedanya Pilates dan Yoga

Cara kerja pre-implantation genetic screening (PGS)

Berikut adalah cara kerja teknologi PGS, antara lain:

  • Pada tahap awal dilakukan biopsi embrio yaitu pengambilan sejumlah sel embrio yang dilakukan pada hari kelima (stadium blastosis)
  • Ahli embriologi akan melakukan biopsi embrio dengan mengeluarkan 4-6 sel dari blastokista 100-200 sel
  • Biopsi kemudian dikirim ke laboratorium untuk melakukan tahap analisis PGS. Biasanya, embrio dibekukan terlebih dahulu dan ditinggal di rumah sakit, sementara biopsi dianalisis di laboratorium
  • PGS akan menyaring setiap biopsi embrio dan menghitung jumlah kromosom dalam setiap sampel yang ada
  • Embrio normal harus mengandung 23 pasang kromosom atau 46 kromosom secara total, dengan satu set disumbangkan oleh sumber sperma dan set lainnya disumbangkan oleh sumber telur
  • Jika semua embrio dianalisis, laporan genetik akan dikirim kembali ke ahli endokrinologi reproduksi
  • Pada tahap terakhir, embrio akan dipanaskan lagi dan langsung ditransfer ke rahim ibu apabila hasil analisis kromosom telah keluar
  • Hal ini juga dapat dipengaruhi dengan bertambahnya usia. Kemungkinan kelainan kromosom akan meningkat terutama bagi perempuan berusia 35 tahun ke atas.

Selain teknologi PGS dapat meningkatkan keberhasilan bayi tabung, adapun manfaat lain yang bisa didapatkan dari teknologi PGS ini diantaranya adalah :

  • Mengetahui apakah kromosom embrio tersebut normal. Embrio dengan jumlah kromosom yang tidak normal biasanya tidak berhasil menempel di rahim, atau kalau menempel pun dapat menyebabkan keguguran
  • Dengan memilih embrio yang kromosomnya normal, maka tingkat keberhasilan hamil tersebut tentu akan lebih tinggi
  • Mendeteksi jika ada kelainan kromosom pada embrio. Sehingga dapat dipilih embrio yang kromosomnya bebas kelainan saja yang ditanam, untuk menghindarkan dari keturunan dengan kelainan kromosom seperti Down Syndrome.

Transfer embrio tunggal dapat membantu mengurangi kemungkinan komplikasi kesehatan yang sering dikaitkan dengan kehamilan kembar dua atau kembar tiga. 

Kehamilan ganda juga dapat menyebabkan peningkatan risiko komplikasi selama kehamilan, seperti kelahiran prematur, fungsi plasenta yang abnormal, hingga preeklampsia.

Punya pertanyaan lebih lanjut seputar program bayi tabung lainnya? Silakan chat langsung dengan dokter kami untuk konsultasi. Caranya, buka aplikasi Grab kemudian pilih fitur Kesehatan, atau langsung klik di sini.

Itulah tadi informasi mengenai Semakin Canggih, Inilah Teknologi Bayi Tabung Embryoscopy dan PGS oleh - caracepathamil.online dan sekianlah artikel dari kami caracepathamil.online, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.