Waspadai 9 Penyakit Menular Seksual yang Sering Terjadi di Indonesia oleh - caracepathamil.online

Halo sahabat selamat datang di website caracepathamil.online, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Waspadai 9 Penyakit Menular Seksual yang Sering Terjadi di Indonesia oleh - caracepathamil.online, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Penyakit menular seksual (PMS) umumnya terjadi melalui kontak seksual. Seseorang dapat tertular penyakit ini karena melakukan hubungan seksual yang tidak aman dengan penderita. Ada beberapa penyakit menular seksual yang paling sering terjadi dan harus diwaspadai, apa saja?

Apa itu penyakit menular seksual?

Penyakit menular seksual adalah penyakit yang dapat ditularkan melalui kontak seksual. Penyakit ini juga sering disebut infeksi menular seksual (IMS) atau penyakit kelamin (PK).

Menurut data yang dilansir dari World Health Organization (WHO), lebih dari 30 bakteri, virus, dan parasit yang berbeda diketahui ditularkan melalui kontak seksual. Delapan dari patogen ini terkait dengan insiden terbesar penyakit menular seksual.

Penyakit ini tidak selalu menimbulkan gejala, serta dimungkinkan juga untuk tertular penyakit seksual dari orang-orang yang kelihatannya sehat dan bahkan tidak tahu bahwa mereka memiliki infeksi.

Apa penyebab penyakit menular seksual?

Penyakit menular seksual tidak terjadi begitu saja dan memiliki penyebab yang harus diketahui. Penyebab timbulnya penyakit ini dapat disebabkan oleh:

  • Bakteri (gonoroe, sifilis, dan klamidia)
  • Parasit (trikomoniasis)
  • Virus (human papilloma virus, herpes genital, HIV)

Aktivitas seksual berperan dalam menyebarkan berbagai jenis infeksi lainnya, walaupun mungkin saja terinfeksi tanpa kontak seksual. Tak hanya itu saja, penyakit ini juga dapat disebabkan melalui seks oral dan aktivitas ejakulasi lainnya.

Penyebab lainnya seseorang terkena penyakit ini adalah berbagi jarum suntik yang terkontaminasi, seperti yang digunakan untuk menyuntikkan narkoba. Jarum suntik untuk menggunakan alat tindik atau tato juga dapat menularkan beberapa infeksi, seperti HIV, hepatitis B dan C.

Penyebaran non-seksual lainnya adalah melalui transfusi darah. Penyakit ini juga dapat ditularkan oleh ibu kepada bayinya selama kehamilan atau persalinan.

Faktor risiko penyakit menular seksual

Penyebab terjadinya penyakit ini memang bermacam-macam. Namun, risiko penularan akan lebih tinggi jika kamu melakukan hal-hal berikut ini seperti yang dilansir dari Mayo Clinic.

  • Berhubungan seks secara tidak aman: Penetrasi vagina atau anal oleh pasangan yang terinfeksi yang tidak menggunakan kondom secara signifikan dapat meningkatkan risiko terkena penyakit ini
  • Melakukan hubungan seks dengan banyak pasangan: Seringnya kamu melakukan hubungan seks dengan banyak pasangan maka makin besar pula kamu tertular penyakit ini. Tak hanya berlaku bagi diri sendiri saja, tetapi ini juga berlaku bagi pasanganmu
  • Memiliki riwayat penyakit seksual: Faktor risiko lainnya yang dapat memperbesar risiko terkena penyakit ini adalah memiliki riwayat penyakit seksual sebelumnya. Memiliki satu penyakit seksual akan membuatnya lebih mudah bagi penyakit seksual lainnya untuk masuk dan bertahan
  • Siapa pun yang dipaksa melakukan aktivitas seksual: Misalnya saja korban pemerkosaan atau penyerangan. Penting untuk mengunjungi dokter sesegera mungkin untuk mendapatkan skrining, perawatan, serta dukungan emosional
  • Penyalahgunaan alkohol dan narkoba: Penyalahgunaan zat-zat yang terkandung dalam alkohol dan narkoba dapat membuat kamu lebih bersedia melakukan perilaku berisiko
  • Obat suntik: Berbagi jarum suntik dapat menyebarkan infeksi serius, termasuk HIV, hepatitis B dan C
  • Anak muda: Setengah dari penyakit menular seksual terjadi pada orang yang berusia antara 15 dan 24 tahun
  • Pria yang meminta obat untuk mengobati disfungsi ereksi: Pria yang meminta resep obat dari dokter mereka seperti sildenafil (Viagra, Revatio), tadalafil (Ciasis, Adcirca) dan vardenafil (Levitra) memiliki tingkat penularan penyakit ini lebih tinggi

Penyakit menular seksual yang paling sering terjadi

Penyakit menular seksual harus sangat diwaspadai dan segera diobati karena beberapa di antaranya dapat menyebabkan kematian. Ada beberapa penyakit seksual yang sering terjadi di masyarakat Indonesia.

Berikut adalah penyakit menular seksual yang sering terjadi yang telah dirangkum dari berbagai sumber.

1. Klamidia

Klamidia merupakan penyakit menular seksual yang paling umum dapat disembuhkan. Infeksi ini menyerang serviks pada wanita dan uretra penis pada pria. Banyak orang yang menderita penyakit ini tidak mengalami gejala yang nyata, tetapi jika gejala tersebut muncul biasanya meliputi:

  • Rasa sakit atau ketidaknyamanan saat berhubungan seks atau buang air kecil
  • Keluar cairan hijau atau kuning dari penis atau vagina
  • Sakit perut di bagian bawah

Sangat penting untuk mengobati penyakit ini dengan segera, karena jika penyakit ini tidak segera diobati akan menyebabkan infeksi pada saluran kencing, kelenjar prostat, atau penyakit radang panggul.

Jika penyakit ini tidak diobati akan merusak tubuh dalam jangka panjang. Penggunaan kondom efektif dalam membantu mencegah penyakit ini.

2. Gonore

Gonore atau yang dikenal sebagai “clap” adalah penyakit menular seksual lainnya yang disebabkan oleh bakteri yang paling sering terjadi. Umumnya, penyakit ini menginfeksi organ yang sama seperti klamidia dan memiliki efek jangka panjang yang serupa.

Beberapa gejala gonore meliputi:

  • Keluar cairan berwarna putih, kuning, krem, atau berwarna hijau dari penis atau vagina
  • Rasa sakit atau tidak nyaman saat berhubungan seks atau buang air kecil
  • Lebih sering buang air kecil
  • Gatal di sekitar alat kelamin
  • Sakit tenggorokan

Penyakit ini sangat mungkin ditularkan oleh seorang ibu kepada bayi yang baru lahir saat melahirkan. Ketika hal ini terjadi, gonore dapat menyebabkan masalah kesehatan serius pada bayi.

3. Sifilis

Sifilis merupakan penyakit seksual dengan riwayat yang terkenal buruk. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri treponema pallidum, yang dapat menyebabkan komplikasi serius jika tidak diobati.

Sifilis ditularkan langsung melalui kontak langsung dengan luka sifilis, yang dapat muncul pada alat kelamin, mulut, serta vagina atau dubur. Hal ini berarti bahwa penyakit ini dapat ditularkan melalui seks oral serta hubungan seks vaginal atau anal.

Gejala sifilis dapat meliputi:

  • Luka kecil
  • Ruam
  • Kelelahan
  • Demam
  • Sakit kepala
  • Nyeri sendi
  • Berat badan menurun
  • Rambut rontok

Luka kecil pada gejala awal dapat sembuh dengan sendirinya, tetapi hal ini tidak berarti bahwa penyakit juga hilang.

4. Human papilloma virus (HPV)

HPV merupakan virus yang dapat ditularkan dari seseorang ke orang lain melalui kontak kulit-ke-kulit atau hubungan seksual yang intim. Ada banyak jenis virus, beberapa di antaranya berbahaya daripada yang lain.

Gejala umum dari penyakit ini adalah kutil pada alat kelamin, mulut, atau tenggorokan. Beberapa jenis HPV juga dapat menyebabkan kanker termasuk:

  • Kanker mulut
  • Kanker serviks
  • Kanker vulva
  • Kanker penis
  • Kanker dubur

Tidak ada perawatan untuk penyakit ini. Namun, infeksi HPV sering hilang dengan sendirinya. Ada pula vaksin yang tersedia untuk melindungi dari beberapa jenis yang berbahaya.

5. HIV/AIDS

Human immunodeficiency viruses (HIV) merupakan virus yang terkait dengan AIDS. Penyakit menular seksual ini merupakan penyakit seksual yang paling terkenal di masyarakat.

Penyakit ini dapat ditularkan melalui pertukaran cairan tubuh, termasuk air mani, cairan vagina, ASI, serta darah.

HIV dapat merusak sistem kekebalan tubuh dan meningkatkan risiko untuk tertular virus atau bakteri lain dan kanker tertentu.

Gejala awal HIV mirip dengan gejala flu, hal ini dapat meliputi:

  • Demam
  • Meriang
  • Sakit dan nyeri
  • Pembengkakan kelenjar getah bening
  • Sakit tenggorokan
  • Sakit kepala
  • Mual
  • Munculnya ruam

Belum ada obat untuk HIV, tetapi pilihan pengobatan tersedia untuk mengelolanya. Pengobatan dini efektif membantu penderita (odha) hidup selama mereka yang tidak terfinfeksi HIV. Perawatan yang tepat juga dapat menurunkan peluang untuk menularkan HIV ke pasangan seksual.

Baca juga: Serba-serbi Tentang HIV dan AIDS yang Perlu Dipahami

6. Kutu kemaluan/kepiting

Kepiting adalah nama lain untuk kutu kemaluan. Mereka adalah serangga kecil yang dapat bertahan di rambut kemaluan. Seperti halnya kutu kepala  dan kutu tubuh, mereka memakan darah manusia.

Penyakit ini biasanya menyebar melalui kontak seksual, meskipun terkadang dapat ditularkan oleh linen dan pakaian yang terinfeksi. Gejalanya meliputi:

  • Gatal di sekitar alat kelamin atau anus
  • Benjolan merah muda atau merah kecil di sekitar alat kelamin atau anus
  • Demam ringan
  • Kekurangan energi
  • Mudah marah

Kamu dapat melihat kutu atau telur putih kecilnya di sekitar akar rambut kemaluan, kaca pembesar dapat membantu melihatnya. Jika kamu memiliki kutu kemaluan, kamu dapat mengobatinya dengan obat yang beredar di pasaran.

7. Herpes

Herpes merupakan penyakit menular seksual lainnya yang disebabkan oleh virus. Penyakit ini memiliki dua jenis, HSV1 dan HSV2.

HSV1 sering dikaitkan dengan luka dingin (muncul di bagian luar mulut atau bibir, di dalam mulut, atau lidah) dan HSV2 sering dikaitkan dengan luka genital (muncul di sekitar alat kelamin). Keduanya dapat ditularkan secara seksual. Herpes merupakan penyakit seksual yang paling umum.

Seringkali gejala yang muncul pada penyakit ini adalah luka lepuh. Luka tersebut umumnya mengeras dan sembuh dalam beberapa minggu. Fase pertama biasanya yang paling menyakitkan dan rasa sakitnya akan berkurang seiring dengan waktu.

Gejala herpes dapat diobati dengan obat antivirus, tetapi virusnya tidak dapat disembuhkan. Obat yang sama juga dapat mengurangi risiko penularan pada pasangan seksual.

8. Hepatitis/HBV

Ada beberapa jenis hepatitis. Meskipun berbagai virus ditularkan melalui berbagai rute, mereka semua dapat menyebabkan kerusakan pada hati.

Jenis hepatitis yang sering dikaitkan dengan penyakit menular seksual adalah hepatitis B.  Meskipun demikian, hepatitis C juga dapat ditularkan secara seksual.

Gejalanya dapat meliputi:

  • Kelelahan
  • Kehilangan nafsu makan
  • Perut terasa tidak nyaman
  • Kulit berwarna kuning

Seiring waktu, infeksi kronis hepatitis B dapat menyebabkan jaringan parut pada hati, sirosis, dan kanker hati. Namun, terdapat vaksin yang dapat melindungi kamu dari penyakit ini.

9. Trikomoniasis

Selain klamidia, penyakit menular seksual yang paling dapat disembuhkan adalah trikomoniasis, dengan infeksi yang lebih sering terjadi pada wanita dibandingkan pria. Penyakit ini disebabkan oleh organisme protozoa kecil yang dapat ditularkan dari satu orang ke orang lain melalui kontak seksual.

Beberapa gejala yang dapat ditimbulkan oleh penyakit ini adalah:

  • Keluar cairan dari vagina atau penis
  • Rasa terbakar atau gatal di sekita vagina atau penis
  • Sakit atau tidak nyaman saat buang air kecil atau melakukan seks
  • Intensitas buang air kecil lebih sering

Pria juga dapat terkena penyakit ini tetapi biasanya tidak menimbulkan gejala. Penyakit ini dapat disembuhkan dengan pengobatan antibiotik.

Beberapa penyakit menular seksual memang dapat berbahaya dan mematikan, tetapi ada pula yang dapat disembuhkan.

Sangat disarankan jika kamu memiliki gejala awal pada penyakit menular seksual, segeralah periksakan diri ke dokter sebelum penyakit tersebut dapat membahayakan tubuh dan menimbulkan komplikasi yang lebih serius.

Kamu juga dapat berkonsultasi terkait dengan masalah ini melalui Aplikasi Grab Health. Dokter kami siap membantumu selama 24/7. Download aplikasinya atau klik di sini.

Itulah tadi informasi mengenai Waspadai 9 Penyakit Menular Seksual yang Sering Terjadi di Indonesia oleh - caracepathamil.online dan sekianlah artikel dari kami caracepathamil.online, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Posting Komentar

0 Komentar